BRMP Maluku Utara Identifikasi CPCL PM-AAS untuk Percepat Modernisasi Pertanian di Halmahera Barat
Tim BRMP Maluku Utara melaksanakan kegiatan identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk penerapan metode PM-AAS di sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Barat, Selasa - Rabu (14-15/07).
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi memiliki potensi pengembangan lahan pertanian, terutama jika dukungan kegiatan Optimasi Lahan Tahun 2026 ini selesai dilaksanakan. Perbaikan infrastruktur seperti pintu air, normalisasi saluran irigasi, saluran pembuangan, serta pembangunan sarana irigasi menjadi kebutuhan utama untuk mendukung peningkatan produksi pertanian.
Beberapa lokasi yang memiliki potensi pengembangan PM-AAS antara lain Desa Lolori, Taboso, Gamtala, dan Tedeng di Kecamatan Jailolo, Desa Golago Kusuma di Kecamatan Sahu Timur yang juga memiliki potensi tanam yang luas dan berpeluang menjadi lokasi percontohan penerapan PM-AAS di Halmahera Barat.
Di Kecamatan Ibu, petani Desa Togola Wayoli dan Togola Sangir mengusulkan perbaikan infrastruktur irigasi dan dukungan alat mesin pertanian, terutama traktor roda dua berban apung untuk mengelola lahan rawa. Selain itu, kerusakan Bendung D.I. Talaga akibat banjir tahun 2025 menjadi perhatian yang serius karena berpengaruh terhadap sistem pengairan lahan pertanian di wilayah tersebut.
Sejumlah kendala yang ditemukan di lapangan antara lain keterbatasan alat dan mesin pertanian, kerusakan infrastruktur irigasi, ketersediaan pupuk yang terbatas, serta perlunya demplot atau lahan percontohan untuk meningkatkan keyakinan petani dalam menerapkan metode PM-AAS. Di beberapa wilayah juga ditemukan tantangan berupa banjir, kekeringan musiman, dan serangan hama burung pada sistem tanam tabela.
Melalui identifikasi CPCL ini, diharapkan dukungan infrastruktur, mekanisasi pertanian, serta pendampingan penyuluh dapat mempercepat penerapan PM-AAS guna meningkatkan produktivitas lahan dan mendukung swasembada pangan di Kabupaten Halmahera Barat.